Batu Ratapan Angin, Spot Menarik Menikmati Keindahan Telaga Warna

Friday, February 12th 2016.

Batu Ratapan Angin Dieng

batu ratapan angin dieng

Tempat ini diberinama Batu Ratapan Angin dikarenakan Tempatnya yang tinggi, sehingga tiupan angin yang kencang mampu menciptakan gesekan-gesekan pada bebatuan dan tanaman-tanaman di sekitar sehingga timbulah suara-suara seperti siulan atau suara rintihan. Dari tempat inilah anda bisa menyaksikan Keindahan panorama Telaga Warna dari ketinggian.

Asal Muasal Dinamakan Batu Ratapan Angin

Kejadian di suatu tempat pada zaman dahulu terkadang selalu dikaitkan dengan sebuah cerita atau mitos. Tak terkecuali Batu Ratapan Angin ini yang dikaitkan dengan cerita yang berhubungan dengan kesetiaan dan penghianatan. Alkisah pada zaman dahulu kala, Ada sepasang kekasih seorang pangeran yang sangat tampan dengan seorang putri yang cantik jelita. Pasangan ini awal mulanya hidup rukun dan harmonis dengan penuh cinta sehingga perjalanan hidup pasangan kekasih ini menjadi buah bibir dan menjadi teladan hidup bagi para rakyatnya.

Mungkin anda tertarik ?   Pemandian alami Blue Lagoon, salah satu tempat untuk ngadem di Jogja

Namun, roda nasib selalu berputar, karena seiring perjalanan waktu sepasang kekasih tersebut mendapat cobaan dengan hadirnya orang ketiga diantara mereka. Orang ketiga tersebut menggoda sang putri yang cantik jelita tersebut. Perlahan namun pasti dengan godaan yang bertubi-tubi kesetiaan sang putri pun goyah dan terjerat hubungan asmara yang terlarang dengan orang ketiga tersebut. Kemudian timbulah penghianatan-penghianatan serta kebohongan-kebohongan untuk menutupi perselingkuhan antara sang putri dengan kekasih gelapnya itu.

Ibarat kata pepatah, meskipun bangkai ditutup serapat mungkin, bangkai tetaplah bangkai yang lama kelamaan pasti akan tercium baunya. Kabar angin tersebut pun sampai juga ke telinga Sang pangeran. Dan untuk menyelidiki kebenaran kabar tersebut, sang pangeran secara sembunyi-sembunyi mengutus ajudan kepercayaannya untuk menguak skandal perselingkuhan itu.

Mungkin anda tertarik ?   Rekomendasi Tempat Wisata Di Bayuwangi Yang Tak Boleh Anda Lewatkan

Sang pangeranpun dengan mata kepalanya sendiri memergoki keduanya sedang bermesraan memadu kasih di hutan sebelah atas Telaga Warna, karena kedatangan sang pangeran yang secara tiba-tiba membuat sang putri terkejut dan percekcokan diantara ketiganya pun terjadi, sang putri berkali-kali memohon maaf kepada sang pangeran sambil menangis terisak dan meratap. Sedangkan kekasih gelap sang putri justru menyerang sang pangeran, namun karena kesaktian sang pangeran yang mandraguna, pertarungan antara keduanya berat sebelah, sang pangeran pun murka dan mengerahkan segala kesaktiannya dengan mengutuk keduanya menjadi batu bersamaan dengan angin puting beliung yang sangat dahsyat banyak pohon yang tercabut dari akarnya dan menjadikan perbukitan tersebut menjadi porak poranda. Sang putri pun berubah menjadi batu yang terduduk serta kekasih gelapnya menjadi batu yang berdiri.

Mungkin anda tertarik ?   Melihat Landscape Kota Wates dari Puncak Gunung Lanang

Sang pangeran pun setelah beberapa lama masih sering mengunjungi tempat ini untuk memastikan bahwa keduanya masih berada di sana sebagai pelajaran bagi rakyatnya tentang kejujuran dan penghianatan. Di tempat ini angin terkadang bertiup kencang dan membentur dinding-dinding bukit yang kemudian menimbulkan suara aneh, sang pangeran berujar kepada rakyatnya “ini adalah suara ratapan penyesalan dari mereka berdua”, sejak saat itulah batu yang bertengger di bukit dan sebelahan ini dinamakan Batu Ratapan Angin.

Apabila anda akan pergi berkunjung keĀ Batu Ratapan Angin janganlah bingung, kami melayani paket wisata dieng yang murah untuk pergi ke Batu Ratapan Angin, Dieng, Jawa tengah.