Menikmati kemegahan Candi Borobudur

Wednesday, April 13th 2016.

Candi Borobudur

borobudur

Candi Borobudur, Candi Budha Terbesar dan Termegah Di dunia

Candi Borobudur ini merupakan warisan bangsa indonesia yang dibangun pada abad ke -8 sampai abad ke-9 oleh Raja Samaratungga. Candi ini lebih dulu berdiri dengan megah dan gagah jauh sebelum Angkor Wat di Kamboja dibangun. Candi ini sudah diakui oleh UNESCO sebagai monumen dan komplek stupa termegah dan terbesar di dunia. Candi Borobudur ini bagi penganut ajaran agama Budha merupakan tempat sakral yang ramai dikunjungi peziarah baik yang datang dari India, Tibet, Kamboja ataupun China. Kemewahan candi ini selain karena ukurannya yang besar namun di dinding candi borobudur ini juga dipenuhi relief yang mencapai 2672 panel yang jika disusun secara berjajar akan mencapai 6 kilometer. Sungguh dahsyat nenek moyang bangsa indonesia ini, dengan peralatan yang masih sederhana sudah bisa membuat monumen semegah dan seindah candi Borobudur.

candi borobudur

Perkiraan Asal-Usul Didirikannya  Candi Borobudur

Perkiraan asal usul didirikannya Candi Borobudur menurut ahli sejarah yakni candi Borobudur didirikan sekitar tahun 800 Masehi. Perkiraan ini berdasarkan dari tulisan singkat yang ditemukan pada pigura asli relief kaki candi. Relief ini menggunakan huruf palawa yang sudah teridentifikasi sebagai huruf yang digunakan pada abad ke 8 Masehi.

Mungkin anda tertarik ?   Hunting Foto Prewed di Hutan Pinus Mangunan

Abad ke-8 Masehi merupakan abad kejayaan Wangsa Syailendra yang merupakan penganut ajaran Budha Mahayana. Selain itu di sekitar candi Borobudur banyak ditemukan candi-candi kecil yang mengelilingi Candi Borobudur yang sudah teridentifikasi merupakan peninggalan wangsa syailendra. Sehingga berdasarkan bukti-bukti yang sudah teridentifikasi tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa asal usul Candi Borobudur merupakan candi yang dibangun oleh Wangsa Syailendra pada abad ke 8

Berdasarkan prasasti Kayumwungan yang bertanggal 26 Mei 824, Candi borobudur dibangun oleh Raja Samaratungga bebarengan dengan dibangunnya Candi Mendut dan Candi Pawon. Proses pembangunannya sendiri memakan waktu selama 75 tahun yang dipimpin oleh arsitek yang bernama Gunadarma. Meskipun pada zaman dahulu belum mengenal komputer serta peralatan canggih seperti saat ini namun Gunadarma mampu menerapkan sistem interlock dalam pembangunan candi. Kurang lebih sebanyak 60 ribu meter kubik batu andesit yang jumlahnya mencapai 2 juta balok batu yang berasal dari sungai Elo dan Sungai Progo kemudian dipahat dan dirangkai menjadi puzzle raksasa yang hasilnya berupa Candi Borobudur yang megah dan gagah.

candi borobudur magelang

Relief Candi Borobudur

Relief yang terpahat pada dinding Candi Borobudur terbagi menjadi 4 kisah utama. Kisah tersebut yakni Karmawibangga,Jataka dan Awadana, Lalita Wistara serta GandawYuda. Relief ini menceritakan tentang perjalanan hidup sang Budha serta ajaran-ajarannya, selain itu dalam relief juga digambarkan kemajuan masyarakat jawa pada masa itu. Salah satunya adalah relief 10 kapal yang membuktikan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia adalah bangsa pelaut yang ulung dan tangguh. Salah satu relief kapal kemudian dijadikan model sebagai replika kapal yang digunakan untuk mengarungi The Cinnamon Route dari Jawa hingga sampai benua Afrika. Jika anda ingin melihat replika kapal yang disebut sebagai Kapal Borobudur, anda bisa mampir ke Museum Samudra Raksa.

Mungkin anda tertarik ?   5 Tempat Wisata Kulon Progo Yang Kece Abis

Untuk bisa membaca alur cerita yang terpahat pada dinding candi, anda harus berjalan mengitari candi searah dengan jarum jam atau biasa disebut dengan pradaksina. Anda bisa masuk melalui gerbang timur, kemudian berjalan searah jarum jam agar posisi candi selalu ada di sebelah kanan hingga anda sampai di tangga timur dan kemudian lanjut naik ke tinggkat diatasnya. Hal ini dilakukan secara berulang-ulang sampai pada tingkatan yang terakhir dan sampai di puncak candi yang berupa stupa induk.

Jika anda sudah sampai di puncaknya, anda bisa melihat deretan Perbukitan Menoreh, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Merapi dan Gunung Merbabu yang seolah membetengi Candi Borobudur ini.

Mungkin anda tertarik ?   Berwisata ke Solo Namun Belum Tahu Rekomendasi Wisata Yang Menarik?

relief kapal borobudur

Keindahan Candi Borobudur

Keindahan Candi ini sebagai mahakarya peninggalan arsitektur abad ke 8 memiliki nilai seni yang sangat tinggi, karya monumental yang menjadi bukti kemajuan peradaban manusia pada masa lalu juga sarat dengan nilai filosofis. Dengan mengusung konsep kosmologi alam semesta dalam ajaran Budha, bangunan megah ini terbagi menjadi 3 tingkatan, tingkatan tersebut yakni Kamadhatu atau dunia dan nafsu, kemudian Rupadhatu atau dunia bentuk sedangkan tingkatan terakhir yakni berupa Arupadhatu atau dunia tanpa bentuk. Jika dilihat dari atas ketinggian, Candi ini seperti ceplok teratai diatas bukit. Dinding candi Kamadhatu dan Rupadhatu sebagai kelopak bunga, sedangkan deretan stupa yang melingkar di bagian arupadhatu sebagai benang sarinya. Kemudian stupa induk melambangkan Sang Budha yang secara utuh candi borobudur ini menggambarkan Sang Budha yang sedang duduk diatas kelopak bunga teratai.

Cara lain untuk menikmati keindahan candi ini selain dengan melihat relief yang melingkarinya adalah melihat Borobudur Sunrise dan Borobudur Sunset dari atas candi.